Kamis, 19 Maret 2015

Ikan Hiu Buta Warna

Menurut penelitian baru, mengenakkan pakaian renang berwarna putih atau biru muda dapat melindungi anda dari serangan ikan hiu.

Ikan Hiu Ternyata Buta Warna


Para peneliti menemukan bahwa mata ikan hiu, termasuk hiu sapi dan hiu harimau, tidak didesain untuk membedakan warna jadi mata mereka hanya melihat dunia dalam hitam dan putih.

Kamis, 12 Maret 2015

INVERTEBRATA

       Hewan tanpa tulang belakang (Invertebrata) meliputi kelompok yang sangat luas. Sesuai dengan namanya, yang termasuk Invertebrata adalah semua hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Karena begitu luasnya cakupan Invertebrata dalam pembahasan ini dibatasi untuk mengenali beberapa jenis yang ada di sekitar kita dan tentu saja yang terkait dengan kehidupan manusia, apakah hewan itu berguna atau merugikan.

A. Pertumbuhan dan perkembangan hewan Invertebrata

       Perkembangan pada Invertebrata diawali dengan tahap fertilisasi dilanjutkan dengan tiga tahapan yaitu: cleavage, morfogenesis, dan diferensiasi.
Pada tahap clevage atau tahap pembelahan sel, zigot (sel telur yang telah dibuahi) akan membelah dari satu menjadi dua, empat, delapan, dan seterusnya. Sel sel ini berkumpul membentuk morula.
Pada tahap morfogenesis pembelahan sel berlangsung terus-menerus dan sel-sel itu bergeser sehingga seluruhnya berbentuk seperti bola karet yang mempunyai rongga di dalamnya. fase ini disebut blastula. Rongga blastula disebut blastocoel. Memiliki dinding yang terdiri dari satu lapis sel yang disebut blastodermis. Selanjutnya sebagian dari blastodermis mengalami pekekukan (invaginasi) sehingga terbentuk rongga baru yang disebut gastrocoel, embrio dalam fase ini disebut gastrula. Embrio mempunyai dua lapis dinding, yaitu endodermis yang melapisi gastrocoel dan lapisan luar disebut ektodermis. kedua lapisan ini disebut lapisan lembaga. hewan yang mempunyai dua lapisan lembaga disebut dipliblastik, seperti Coelenterata. Pada organisme yang lebih kompleks diantara kedua lapisan terbentuk lapisan ketiga disebut mesodermis dan organismenya disebut triploblastik. Pada tahap diferensiasi ketiga lapisan tersebut dan berkembang menjadi jaringan-jaringan tubuh.


B. Sistem Transformasi Darah Terbuka

       Alat transformasi pada hewan invertebrata berbeda-beda. Cacing mempunyai selom, yaitu rongga tubuh berisi cairan tubuh tempat organ-organ dapat bergerak secara bebas satu dengan yang lainnya, yang memberikan ruang untuk pembuluh darahdan tempat bagi jantung untuk memompa darah. Padacacing tanah alat transformasi terdiri atas pembuluh darah punggung, pembuluh darah perut, dan pembuluh-pembuluh darah samping dengan lima pasang lengkung aorta yang berfungsi sebagai jantung. Denyutan pembuluh darah punggung dan lima pasang lengkung aorta di dalam selom mengalirkan darah walaupun hewan dalam keadaan istirahat. Secar umum sistem peredarah darah hewan ada 2 macam, yaitu sistem peredaran darah terbuka dan sistem peredaran darah tertutup.

     1) Sistem peredaran Darah Terbuka
            
            Bahwa darah dalam peredaran darah tidak selamanya terdapat atau ada dalam pembuluh, tetapi pada saat tertentu darah beredar langsung kedalam rongga tubuh. Seperti yang terdapat pada Anthropoda dan Mollusca. Sistem peredaran darah pada Anthropoda menggunakan jantung dan arteri. jantungnya disebut jantung pembuluh karena terdiri atas sebuah kantong otot pada setiap ruas dan dapat berdenyut atau berkontraksi dan relaksasi secara bergantian. Jantung mempunyai lubang sepasang disebut ostium. Darah dan cairan tubuh Anthropoda yang disebut hemolimfa akan masuk ke jantung melalui ostium menuju sinus pericardium. Selanjutnya hemolimfa dipompa ke seluruh tubuh oleh ventrikel melalui arteri yang tidak mempunyai pembuluh kapiler. Dari arteri yang halus, hemolimfa dipompa ke jaringan melalui lacuna (celah-celah) atau hemosoel (rongga badan). Dengan adanya gerak otot badan, hemolimfa akan kembali dari rongga badan ke sinus pericardium atau sinus sekitar jantung. kemudian katup pada dinding jantung pembuluh terbuka dan hemolimfa dapat masuk lagi ke jantung. Hemolimfa pada serangga hanya mengangkut sari makanan, karena hemolimfa tidak mempunyai pigmen pengikat oksigen (hemoglobin). Sedangkan oksigen dan karbon dioksida diangkut melalui sistem trakea.
             Mollusca, mempunyai sistem peredaran darah tertutup. Cairan tubuh (Hemolimfa) bergerak dari jantung melewati pembuluh-pembuluh dan langsung menuju ke tempat-tempat di antara sel-sel. Tempat-tempat diantara sel-sel ini membentuk hemosoel, sehingga cairan tubuh itu bergerak melalui homosoel ini dan berhubungan langsung dengan sel-sel tubuh.

     2) Sistem Peredaran darah tertutup

               Sistem peredaran darah tertutup adalah sistem peredaraannya selalu terdapat dalam pembuluh, atau darah tidak pernah langsung masuk ke dalam jaringan. Komponennya terdiri atas :
       a. Cairan pelarut bahan-bahan yang diangkut misalnya sari makanan dan gas pernapasan.
       b. Saluran-saluran tempat cairan mengalir
       c. Alat pompa untuk mengatur arah aliran darah
       d. jaringan khusus tempat terjadinya pertukaran cairan di lingkungan luar (eksternal)

Hewan Invertebrata yang memiliki sistem peredaran darah tertutup adalah Annelida. Apabila terjadi kontraksi otot dinding lengkung aorta (jantung), darah akan mengalir dari jantung pembuluh darah yang ada di bagian ventral. Selanjutnya darah dialirkan ke pembuluh-pembuluh kapiler di seluruh jaringan tubuh. Pada pembuluh kapiler terjadi pertukaran gas. Setelah terjadi pertukaran gas, darah akan mengalir melalui pembuluh darah di bagian dorsal lalu diteruskan ke jantung.

C. Sistem respirasi.

         Terdapat empat macam alat respirasi yang digunakan hewan yaitu, permukaan tubuh, trakea, insang, dan paru-paru. Alat yang berhubungan dengan hewan Invertebrata adalah respirasi permukaan tubuh dan trakea.
           Beberapa hewan seperti Amoeba, Paramecium, dan cacing tanah, memperoleh semua oksigen yang dibutuhkannya melalui seluruh permukaan tubuhnya. Untuk melakukan hal tersebut permukaan tubuh harus tetap basah, dan selaput atau kulit tipis yang basah itu tidak boleh terluka, yang biasanya tertutup dengan suatu lapisan berlendir selaput atau kulit tubuh sangat licin terhadap kerusakan akibat benda-benda tajam.
          Pada Serangga memiliki  sistem pernafasan berupa sistem pembuluh trakea. Trakea merupakan pembuluh yang bercabang-cabang dan bercabang lebih halus lagi ke seluruh bagian tubuh. Sistem trakea tidak mengandalkan pada peredaran darah untuk mentransfer oksigen dari permukaan tubuh ke sel-sel tubuh, sehingga oksigen tidak diedarkan melalui darah sepanjang kedua sisi tubuh serangga terdapat lubang-lubang kecil (stigma) yang merupakan muara pembuluh trakea yang selalu terbuka. Jadi udara keluar melalui stigma sebagai lubang pernafasan. Zat-zat kimia yang dikeluarkan oleh sel-sel yang kekurangan oksigen menyebabkan trakea tumbuh bercabang-cabang di daerah tersebut. Pada serangga besar dan aktif, pengeluaran udara kedalam trakea dilakukan oleh otot-otot tubuh yang bergerak secar teratur.

D. Sistem Eksresi

          Alat eksresi pada cacing pipih (Planaria sp) adalah sel api, sel ini mempunyai rambut-rambut getar yang tampak seperti nyala api. Cairan tubuh disaring di dalam sel-sel api dan zat-zat sisa diserap, yang kemudian dikeluarkan dari tubuh. Pada cacing tanah alat eksresinya berupa nephridia, yang berupa corong yang mempunyai saluran yang berliku-liku.
          Pada setiap segmen tubuh terdapat sepasang nefridium, kecuali pada tiga segmen pertama dan segmen terakhir. Setiap nefridium mempunyai corong (nefrostome) yang terdapat pada sekat pemisah segmen-segmen tubuh cacing. Corong tersebut melalui sekat menjadi pembuluh panjang yang mempunyai saluran berliku-liku di dalam segmen berikutnya. Nefrostoim memiliki rambut getar berfungsi menarik dan mengambil cairan tubuh masuk ke dalam pembuluh yang panjang dan tipis. pada waktu cairan tubuh masuk ke dalam pembuluh yang panjang dan tipis. Pada wktu cairan tubuh mengalir melalui nefridia, zat-zat yang diperlukan tubuh dimanfaatkan atau diedarkan ke sekeliling kapiler sistem peredaran. Cairan tubuh yang sudah tidak dipengaruhi lagi dikeluarkan dari tubuh.
         Insecta alat eksresinya telah mengalami perkembangan lebih sempurna yang disebut tubula malphigi atau pembuluh malpigi. Pembuluh malpigi melekat pada satu atau kedua ujung akhir usus. Zat-zat sisa berupa senyawa nitrogen yang berasal dari cairan tubuh di dalam darah diubah menjadi asam urat yang kemudia dipindahkan ke pembuluh malpigi masuk ke usus di belakang lambung untuk dikeluarkannya. Sel-sel ada rectum mengabsorpsi air dari zat0zat sisa sebelum dikeluarkan dari tubuh sebagai butir-butir feses.

E. Reproduksi

        Perkembangan pada Invertebrata dapat berlangsung secara generatif maupun vegetatif. Pada reproduksi vegetatif, generasi anak memiliki sosok gen yang sama dengan induknya. Ada beberapa bentuk reproduksi vegetatif, misalnya peristiwa fragmentasi atau pemisahan sebagian tubuh seperti terjadi pada bintang laut, atau pelepasan sekelompok sel yang dilakukan di lingkungannya. Reproduksi vegetatif lebih cepat dibandingkan dengan reproduksi generatif. Reproduksi generatif adalah reproduksi yang mengalami proses peleburan antara sle telur dan sperma.


Daftar Pustaka :

Rostikawati Teti. Bahan Ajar Zoologi Invertebrata. Universitas Pakuan:Bogor.

Rabu, 11 Maret 2015

SEL

      
 Sel adalah unit dasar suatu organisme. Pada organisme multisel, sel tidak semata-mata mengelompok, tetapi dihubungkan dan dikoordinasikan dalam satu keseluruhan yang harmonis. Ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi sel barmacam-macam. Ada yang berukuran dalam mikron hingga sentimeter. Misalnya, pada serabut tumbuhan tertentu. Ada sel yang memiliki organisasi internal sederhana, tetapi ada juga yang rumit. Ada sel yang mempunyai banyak fungsi, tetapi ada juga sel yang mempunyai fungsi khusus.

Sejarah Sel

            Sel berasal dari istilah cellula yang pertama kali digunakan oleh Robert Hooke pada tahun 1665. Hooke memberikan istilah ini untuk ruang kecil yang dibatasi oleh dinding, yang dilihatnya pada sel gabus. Selanjutnya, ia mengamati jaringan tumbuhan yang lain dan melihat bahwa sel-selnya berisi cairan.
            Senyawa di dalam sel, yaitu protoplasma, ditemukan bebrapa ssat sesudahnya. Pada tahun 1880, hanstein menggunakan istilah protoplas untuk menyebut unit protoplasma yang terdapat di dalam suatu sel. Ia juga mengusulkan istilah protoplas untuk menggantikan istilah sel, tetapi tidak dapat diterima. Pada tumbuhan, yang disebut sel meliputi protoplas dan dinding selnya. Dulu, dinding sel dianggap sebagai eksresi tidak hidup dari suatu sel dan protoplasma, khususnya pada sel muda, merupakan suatu kesatuan organik yang bersama-sama membentuk unit hayati tunggal.
            Pada tahun 1831, Robert brown menemukan inti di dalam sel epidermis tumbuhan anggrek. Pada tahun 1846, Hugo Von Mohl memberdakan antara protoplasma dan cairan sel. Pada tahun 1862, Kolliker memperkenalkan istilah cytoplasma (baca:sitoplasma). Dari akhir abad ke-19 dan selama abad ke-20, penelitian tentang sel berkembang dengan cepat, bahkan sekarang sitologi sudah berkembang menjadi cabang ilmu sendiri.

Struktur Sel
            Berdasarkan orgnisasi internalnya, sel dapat dibedakan menjadi sel prokariot dan sel eukariot. Disebut prokariot jika inti selnya tidak dibatasi selaput inti sel (tidak mempunyai membran inti), Misalnya ganggang biru (Cyanophyta) dan bakteri. Disebut eukariot jika sudah mempunyai membran inti (selaput inti), misalnya sel-sel hewan dan tumbuhan.

            Sel biasanya mempunyai satu inti, tetapi sel dewasa bisa mengalami perubahan. Miaslnya sel tapis pada floem, dalam perkembangannya inti menghilang. Sebaliknya, ada juga sel yang mempunyai lebih dari satu inti, misalnya pada latisifer. Sel multi-inti ini biasa terdapat dalam seluruh organisme, misalnya pada beberapa jamur dan ganggang. Namun, sel, multi-inti ada juga yang merupakan tahap sementara dalam perkembangan suatu jaringan, misalnya endosperm. Pendapat yang banyak diterima adalah setiap inti bersama-sama dengan protoplasma di sekelilingnya membentuk sel tanpa dinding, sehingga seluruh multi-inti merupakan kelompok unit protoplasma yang membentuk suatu struktur yang disebut coenocyte.




Protoplasma berisi komponen berselaput dan tak berselaput. Apabila difiksasi dengan baik, penampang melintang selaput (membran) tampak di bawah mikroskop elektron sebagai dua garis gelap dengan ketebalan msing-masing 2,5 nm dan dipisahkan oleh garis terang dengan ketebalan 3,5 nm. Struktur membran menurut model Danielli-Davidson (1935) terdiri atas lapisan lemak bimolekul yang setiap sisinya ditutupi lapisan protein. Sekarang ini, teori model mozaik cairan (Singer-Nicolson) lebih banyak diterima.
Bentuk dasar sel adalah polihedral (14 sisi). Pada jaringan tumbuhan juga ditemukan sel dengan sisi 12,13,15,16 atau lebih. Menurut Matzke, hampir seluruh sel memiliki 14 sisi dinding sel, tetapi ditemukan juga yang tetragon dan hexagon. Bentuk dasar sel meristem apikal adalah 14 sisi polihedral. Pada meristem apikal Anacharis densa, Matzke (1956) menemukan bahwa selama interfase, rata-rata jumlah sisi polihedral meningkat dari 13,85 menjadi 12,61.
Sebagai hasil bertambahnya volume sel selama pertumbuhan, jumlah permukaan dinding meningkat lebih dari 14 (jumlah sisi selnya lebih dari 14). 



Hal ini menyebabkan berkembangnya ruang antarsel karena tidak semua sisi sel dapat berkembang dengan dua cara sebagai berikut.
  1. Perkembangan secara skizogen, yaitu dengan berpisah dari dinding sel tetangganya, seperti perkembangan duktus resin pada pinus.
  2. Perkembangan secara lisigen, yaitu terjadi penguraian sel sehingga terbentuk ruangan seperti rongga minyak pada kulit buah Citrus (Jeruk)
  3. Perkembangan secara skizolisigen, yaitu perpaduan antara perkembangan secara skizogen dan lisigen. Ruang antar sel dalam protoxilem sering kali dibentuk dengan cara ini. Ruang antarsel dapat menjadi tidak beraturan dan beragam bentuknya, seperti pada kebanyakan tumbuhan air, daun pisang, dan tumbuhan lain.


Sel muda di daerah pertumbuhan relatif kecil. Setelah dewasa, ukuran dan bentuknya berkembang sesuai dengan fungsi fisiologisnya. Sekelompok sel tumbuh bersama secara seragam. Sel dalam kelompok mulai berbeda posisi serta bentuknya, tetapi hubungan antar dinding sel yang satu dan dinding sel tetangganya tidak berubah dan tidak dibentuk daerah baruuntuk kontak dinding sel. Tipe pertumbuhan seperti ini disebut pertumbuhan simplastisis. Dapat juga terbentuk celah bebas di sepanjang dinding sel. Tipe pertumbuhan seperti ini disebut pertumbuhan intrusif, yang secara sementara kehilangan lamela tengan antarsel di daerah pertumbuhan. Pertumbuhan intrusif terjadi pada serabut yang memanjang. Dalam cabang beberapa sklereida, dalam latisfer tak artikulasi, dan dalam sel anak dari permulaan bentuk kambium tidak bertingkat yang memebelah ke arah antiklin.
Komponen utama sel tumbuhan adalah dinding sel, sitoplasma dan inti. Di dalam sitoplasma terdapat retikulum endoplasma, badan golgi, mitokondria, plastida, badan mikro, ribosom, sferosom, mikrotubula, vakuola, dan benda ergastis.

Senin, 09 Maret 2015

Infeksi Malaria Pertama Cegah Infeksi Berikutnya

Sebuah tim peneliti telah menemukan bahwa malaria yang sudah ada mencegah infeksi oleh parasit malaria berikutnya dengan cara membatasi keberadaan besi dalam hati inang. Penemuan ini memiliki implikasi penting bagi penanganan dan pencegahan malaria yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.

Plasmodium Malaria

Studi tersebut dikembangkan oleh tim yang dipimpin oleh peneliti Maria M. Mota diInstituto de Medicina Molecular, Lisabon, Portugal, yang bekerja sama dengan para peneliti di Weatherall Institute of Molecular Medicine dan Universitas Oxford; dan didanai oleh Portuguese Fundacao pra a Ciencia e Tecnologia, Yayasan Sains Eropa dan Dewan Penelitian Medis, Inggris.

Jumat, 06 Maret 2015

Antioksidan Bisa Mencegah Penyakit Hati Yang Disebabkan Alkohol

Sebuah antioksidan bisa saja mencegah kerusakan pada hati atau liver yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan, menurut penelitian dari Universitas Alabama di Birmingham.


Antioksidan Bisa Mencegah Penyakit Hati Yang Disebabkan Alkohol
Penemuan ini bisa menunjukkan cara perawatan untuk membalikkan steatosis, atau timbunan berlemak dalam hati yang bisa berujung pada sirkosis dan kanker. Tim peneliti yang diketuai oleh Victor Darley-Usmar, Ph.D., profesor patologi di UAB, memperkenalkan sebuah antioksidan bernama Mitochondria-targeted ubiquinone, atau MitoQ, ke mitokondria tikus yang diberikan alkohol setiap hari selama lima hingga enam minggu dalam jumlah yang cukup untuk menyamai konsumsi alkohol berlebihan pada manusia.

Alkoholik kronis, mereka yang minum berlebihan setiap hari, mengalami penimbunan lemak dalam sel-sel hati. Ketika alkohol dimetabolisir dalam hati, dia menciptakan radikal-radikal bebas yang merusak mitokondria dalam sel-sel hati dan mencegah mereka untuk menggunakan sejumlah oksigen yang cukup untuk menghasilkan energi. Lagi pula, kondisi rendah oksigen yang disebut hipoksia memperburuk kerusakan mitokondria dan mendukung pembentukan timbunan lemak yang dapat berujung pada sirkosis.

Darley-Usmar beserta para rekan kerjanya mengatakan bahwa antioksidan MitoQ tersebut mampu mencegah dan menetralisir radikal-radikal bebas sebelum mereka merusak mitokondria, mencegah rentetan efek-efek yang pada akhirnya berujung pada steatosis.

"Belum ada pendekatan secara farmasi yang menjanjikan pada pencegahan atau pembalikkan kerusakan jangka panjang yang berhubungan dengan timbunan lemak di hati yang dihasilkan dari konsumsi alkohol berlebihan," kata Darley-Usmar. "Penemuan kami memberitahukan bahwa MitoQ bisa saja menjadi alat yang berguna bagi perawatan kerusakan hati oleh kebiasaan penggunaan alkohol yang lama."

"Studi-studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa MitoQ dapat secara aman diberikan pada manusia dalam jangka waktu lama," kata Balu Chacko, Ph.D., rekan peneliti dan penggagas studi tersebut. "Antioksidan tersebut bisa saja berpotensi untuk memperbaiki tahap-tahap awal penyakit hati berlemak pada pasien-pasien dengan penyakit hati alkoholik dan non alkoholik."

Catatan Tahunan Hepatologi memperkirakan bahwa penyalahgunaan alkohol memakan biaya $185 milyar setiap tahun di Amerika Serikat, dan bahwa 2 juta orang mengidap beberapa bentuk penyakit hati alkoholik. Sebanyak 90 persen sirkosis hati terhubung dengan penyalahgunaan alkohol dan mencapai 30 persen kanker hati.

Darley-Usmar, yang juga merupakan direktur Pusat Radikal Bebas Biologi di UAB, mengatakan bahwa timnya berdiskusi dengan Institut Kesehatan Nasional untuk mengembangkan seluruh keluarga obat-obatan berbasis di interaksi dengan mitokondria. Dia mengatakan obat-obatan seperti itu mungkin efektif dalam perawatan penyakit kardiovaskuler, penyakit ginjal dan gangguan neurodegeneratif.

"Kami tahu bahwa radikal bebas memainkan peran pada penyakit manusia, dan kami telah mengembangkan antioksidan yang dapat mengeliminasi radikal-radikal bebas di laboratorium," katanya. "Sayangnya, uji coba sebelumnya menggunakan antioksidan pada manusia belum memuaskan. Perbedaannya dengan penemuan kami ialah kami menargetkan bagian khusus sel yaitu mitokondria. Ini merupakan pendekatan unik, dan ini merupakan salah satu dari sedikit uji coba pra-klinik yang menunjukkan keefektifan."

Darley-Usmar mengatakan penemuan tersebut juga bisa berdampak signifikan terhadap pengobatan sindrom metabolik, kondisi yang bertumbuh sangat cepat yang mempengaruhi sekitar 50 juta orang Amerika, menurut Asosiasi Jantung Amerika.

"Sindrom Metabolik digambarkan sebagai interaksi rumit dari faktor-faktor yang disebabkan oleh obesitas yang termasuk kerusakan pada hati karena peningkatan radikal bebas, hipoksia dan deposisi lemak," kata Darley-Usmar. "Hal tersebut cukup mirip dengan hepatotoksisiti ketergantungan alkohol. Akan menyenangkan untuk melihat apabila sebuah antioksidan seperti MitoQ memiliki efek terapis dalam mencegah kerusakan hati pada mereka yang menderita sindrom metabolik."

Penemuan tersebut dipublikasikan pada tanggal 21 April 2011 di jurnal Hepatology.

Referensi :

Kamis, 05 Maret 2015

Menyusui Terkait Dengan Ukuran Otak



Menurut penelitian baru, menyusui berkaitan dengan kepintaran.

Para ilmuwan menemukan bahwa ada hubungan langsung antara ukuran otak mamalia termasuk manusia dan jumlah waktu menyusui.

Lebih lama waktunya, lebih besar otaknya.

Penemuan ini cenderung menambah satu bobot lagi pada argumen yang menyatakan bahwa "ASI adalah yang terbaik" walaupun para peneliti mengatakan bahwa mereka tidak yakin apakah energi yang disuplai oleh susu atau apakah gizi yang membuat perbedaan tersebut.

Rabu, 04 Maret 2015

Daun dan Bunga

  
     Fungsi utama daun adalah menyintesis bahan organik dengan menggunakan sinar sebagai sumber energi melalui proses fotosintesis. pengubahan energi ini terjadi di dalam organel sel khususyang disebut kloroplas, yang di dalamnya terdapat pigmen klorofil.

      
 Struktur luar dan dalam daun berkaitan dengan perannya dalam proses fotosintesis dan transpirasi. Daun biasanya rata dan tipis sehingga memudahkan masuknya sinar matahari ke dalam sel. Luasnya permukaan daun juga memungkinkan terjadinya pertukaran gas. Di dalam helaian daun juga terdapat jaringan pembuluh. mesofil daun yang terdapat di antara epidermis atas dan bawah dibedakan menjadi dua macam, yaitu parenkim palisadae  yang terdiri atas sel yang panjang dan tidak mempunyai ruang antarsel dan parenkim spon yang terdiri atas sel yang berbentuk tidak teratur dengan ruang antarsel yang besar. Parenkim palisadae lebih banyak mengandung kloroplas. Pada epidermis terdapat stomata yang membantu pertukaran gas antara jaringan daun dan atmosfer. Setiap stomata terdiri atas dua buah sel penutup yang mengelilingi lubang kecil. stomata dapat membuka dan menutup sehingga dapat mengatur pemasukan dan pengeluaran gas ke dan dari daun.


Bunga
       Bunga merupakan organ reproduksi Angiospermae. bunga dibentuk oleh meristem pucuk khusus, yang berkembang dari ujung batang dan dipengaruhi oleh faktor dalam maupun luar.
       Bunga terdiri atas sekelompok daun khusus yang disebut sepala , petala, stamen, dan karpela. Sepala biasanya berwarna hijau, dan seluruh sepala disebut kelopak bunga (kaliks). petala biasanya berwana menarik dan menarik, keseluruhannya disebut mahkota bunga (korola). tiap stamen mempunyai sebuah tangkai sari (filamen), yang dibagian ujungnya terdapat ruang sari (antera) dan di dalamnya berisi butir serbuk sari. Butir serbuk sari berisi gamet jantan atau sel sperma. karpela ada yang tunggal, ada yang berkelompok. Karpela secara keseluruhan disebut putik (pistilum), yang dapat dibedakan menjadi tiga bagian; bagian basal adalah bakal buah (ovarium), bagian tengah merupakan tangkai yang disebut kepala putik (stigma). Di dalam ovarium terdapat ruang yang disebut lokulus , di dalamnya berisi ovulum yang merupakan gamet betina atau sel telur.

       Butir serbuk sari yang sudah ,asak dapat disebarkan oleh angin atau serangga sehingga dapat mencapai kepala putik. Proses menempelnya butir serbuk sari di atas kepala putik ini disebut penyerbukan atau pollination. Butir serbuk sari akan berkecambah membentuk buluh serbuk yang berisi dua sel sperma. Buluh serbuk masuk ke dalam ovulum, salah satu dari sel sperma membuahi sel telur dan terbentuklah zigot. Zigot akan tumbuh menjadi embrio. Pada tahap ini, karpela mulai tumbuhdan membentuk buah, sedangkan ovulum menjadi biji.

Senin, 02 Maret 2015

Penurunan Perisai Hutan Bakau Terhadap Pemanasan Global

Seperti yang diberitakan oleh berbagai media online, ternyata hutan bakau, yang jumlahnya telah menurun hingga setengah selama 50 tahun terakhir, merupakan sekat penting terhadap perubahan iklim, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian baru untuk pertama kalinya.

Hutan Bakau Indonesia

Klasifikasi Hewan

       Pengelompokkan dan pemberian nama pada hewan didasarkan pada karakteristik yang dimiliki oleh hewan, seperti bentuk luarnya (morfologi), anatomi, fisiologi, dll. Karakteristik hewan yang digunakan oleh para ilmuan untuk klasifikasi pada ingkat filum antara lain adalah: 
  • Bersel satu atau banyak
  • Rongga pencernaan ada atau tidak
  • Asimetri, simetri bilateral atau simetri radial
  • Anggota tubuh berbuku-buku, atau tidak berbuku-buku
  • Mempunyai kerangka luar dan dalam
  • Bentuk dan letak sistem organ
Dunia hewan (Regnum Animalia) dikelompokan atas 8 filum. Filum-filum tersebut adalah sebagai berikut :
a. Filum Coelenterata, sebagai contoh adalah ubur-ubur, binatang karang, akar bahar dll. Hewan dalam filum ini memiliki tubuh yang mempunyai dua lapisan sel yang terpisah oleh rongga tanpa sel disebut mesoglea.
b. Filum Platyhelmintes atau cacing pipih, contoh cacing getar, cacing hati, cacing pita, dan planaria.
c. Filum Nemathelmintes atau cacing giling. Cacing dalam filum ini memiliki tubuh simetri bilaeral. Sebagai contoh adalah cacing kremi, cacing tambang, dan Ascaris.
d.   Filum Annelida. Hewan-hewan dalam filum ini memiliki tubuh berbuku-buku dan triploblastik atau memiliki 3 lapisan, yakni ektodermis, mesodermis, dan endodermis. Contoh untuk filum ini adalah Oligocheata (termasuk di dalamnya adalah cacing tanah) dan Hirudinae (termasuk di dalamnya lintah).
e. Filum Mollusca. Hewan-hewan dalam filum ini bertubuh lunak dan umumnya berkerangka luar. Contohnya adalah Gastropoda (termasuk di dalamnya bekicot dan keong), dan Chephalopoda (termasuk di dalamnya cumi-cumi dan gurita).
f. Filum Atropoda. Hewan-hewan dalam filum ini memiliki tubuh berkerangka luar dan kaki berbuku-buku. Contoh-contoh untuk filum ini adalah Crustaceae (Termasuk di dalamnya udang, kepiting, dan kutu kayu), Myriapoda (termasuk didalamnya lipas, belalang, kuu daun, nyamuk, kupu-kupu dan kumbang), dan Arachnoidea (termasuk kalajenking, / laba-laba, tungau, dan kutu anjing).
g.  Filum Echinodermata. Hewan-hewan dalam filum ini memiliki kulit berduri. Contohnya adalah ekinodea (landak laut, bulu babi), Asteroida (bintang laut), Ophiuroidea (bintang ular), dan Holohuroidea (tripang).
h. Filum chordata. Dalam filum ini hewan-hewan memiliki notokorda atau semacam batang penunjang tubuh terbuat dari tulang rawan memiliki tulang belakang. Filum Chordata terbagi atas 2 sub filum, yaitu sub filum Protochordata dan sub filum Vertebrata.

Dalam klasifikasi ini, filum terbagi atas sub-sub filum. Sub filum dibagi kembali atas kelas-kelas dan kelas dibagi lagi menjadi bangsa-bangsa. Bangsa dibagi lagi menjadi suku, kemudian suku dipecah lagi menjadi marga-marga. Di bawah ini anda dapat melihat contoh untuk menentukan kedudukan hewan kucing dalam jenjang klasifikasi.

                        Filum               : Protozoa
                        Sub filum        : Invertebrata
                        Kelas               : Flagellata
                        Bangsa (orda)  : Euglenoidea
                        Suku (familia) : Euglenoidae
                        Marga (genus) : Euglena
                        Jenis (species)  : Euglena Viridis

PENDAHULUAN


Hingga saat ini telah dikenal lebih dari 1.000.000 species hewan, dan kemungkinan masih banyak lagi. Hewan tersebut terdiri dari hewan Avertebrata (hewan tak bertulang belakang), dan hewan Vertebrata (hewan bertulang belakang). Hewan Avertebrata meliputi 95% dari dunia hewan yang jumlahnya sangat besar dan heterogen.
            Dunia hewan dalam taksonomi termasuk kedalam kingdom Animalia. Menurut boradaile kingdom Animalia dibagi menjadi 4 subkingdom berdasarkan tingkat jenisnya yaitu 1. Subkingdom Protozoa 2. Subkingdom Mesozoa 3. Sukbingdom parazoa 4. Subkingdom Metazoa. Sedang ahli lainnya membagi kingdom Animalia menjadi 2 subkingdom berdasarkan sel, ialah 1. Subkingdom Protozoa (bersel satu) dan 2. Subkingdom Metazoa (bersel banyak). Dengan diprakarsai oleh Erns Haeckel (1834-1919) hingga dewasa ini protozoa digolongkan kedalam kingdom Protista, sedangkan Mesozoa, Parazoa dan metazoa digolongkan kedalam kingdom Animalia.

 
Diberdayakan oleh Blogger.