Jumat, 09 Oktober 2015

6 Waktu Tepat untuk Minum Air Putih

Setiap makhluk hidup pasti membutuhkan air. Baik itu manusia, hewan, dan juga tumbuhan, semuanya membutuhkan air sebagai sumber kehidupan. Semua makhluk hidup tidak akan bisa bertahan jika tidak ada air. Khususnya manusia, karena sebagian besar dalam tubuh manusia mengandung air. Oleh karena itu, kita akan sangat membutuhkan air sebagai pokok kehidupan kita.
Meskipun sebenarnya air sangatlah penting bagi kehidupan, seringkali manusia tidak peduli dengan kebersihan air dan juga kebutuhan air dalam tubuh. Mereka tidak sadar kalau sebenarnya air sangatlah berguna bagi tubuh. Kesadaran mereka akan tergugah ketika dehidrasi menyerang. Ketika dirinya benar-benar merasa lemah, tidak semangat, dan sering kecapekan, disaat itulah mereka akan sadar betapa pentingnya air bagi tubuh.
Peran air putih dalam kehidupan sangatlah penting. Air putih yang anda minum setiap hari dapat menetralisir racun-racun yang mengendap dalam tubuh. Racun itu akan bisa diatasi jika anda minum air putih dengan cukup, yaitu minimal 8 gelas dalam sehari. Ketika anda akan minum air putih, sebaiknya anda pilih waktu yang tepat. Hal ini bertujuan agar tubuh anda terhidrasi serta bisa terhindar dari racun-racun berbahaya. Berikut beberapa wakyu yang tepat untuk minum air putih:
 

1. Bangun tidur

Ketika anda bangun tidur, biasakanlah untuk minum air putih terlebih dahulu, setidaknya 1-2 gelas, sebagai awal anda melakukan aktfitas. Kebiasaan ini bisa menghilangkan racun dalam tubuh anda. Anda akan terhindar dari dehidrasi akibat tidur semalaman. Untuk lebih sehat, tambahkan ramuan alami pada air putih seperti lemon, madu, dan juga kayu manis. Akan lebih maksimal lagi jika anda minum air hangat di pagi hari.

2. Saat merasa lelah

Tahukah anda jika sebenarnya 75% otak anda terdiri dari air? Jika anda sudah mengetahuinya, itu berarti anda harus bisa memperhatikan konsumsi air anda agar terhindar dari dehidrasi yang bisa menyebabkan anda sering merasa lelah dan kecapean. Biasakanlah untuk selalu menyediakan air putih dimanapun anda berada. Hal itu bertujuan untuk mempermudah anda minum air ketika anda merasa lelah  dan kehausan.

3. Sebelum dan sesudah olahraga

Ketika anda akan melakukan suatu olahraga, anda pasti akan menggerak-gerakkan otot anda. Nah, untuk menggerakkan otot, anda juga membutuhkan air putih yang cukup. Otot-otot anda akan mudah untuk dgerakkan jika anda sudah minum air sebelum olahga. Dengan begitu anda tidak akan merasa cepat lelah. Dan setelah olahraga, otot-otot anda tentunya akan terasa lemas. Untuk mengembalikan kekuatan otot anda, anda juga harus mengimbanginya dengan minum air yang cukup. Hal ini akan mengurangi resiko anda mengalami cidera.

4. Setengah jam sebelum makan

Minum air putih setengah jam sebelum anda makan akan bisa membantu menurunkan berat badan anda. Mengapa bisa? Bisa saja, karena dengan anda minum air sebelum makan akan mengurangi rasa lapar anda, sehingga keinginan anda untuk makan berlebihan bisa teratasi dengan baik. Selain itu, minum air sebelum makan juga bisa membantu mempersiapkan perut anda ketika akan mendapat kiriman makanan dari luar, sehingga lambung dan usus anda tidak merasa kaget dengan datangnya makanan dari luar.

5. Saat ingin ngemil

Jika ngemil sudah menjadi suatu kebiasaan yang tidak teratur. Itu bisa membahayakan kesehatan anda. Berat badan anda pun akan bisa naik secara drastis. Hal ini bisa diatasi dengan minum air beberapa saat sebelum anda ngemil. Rasa lapar anda akan berkurang, sehingga keinginan anda untuk ngemil akan bisa terhentikan dengan mudah.

6. Saat disiang hari

Minum air dalam sehari minimal 8 gelas. Jumlah minum air itu juga ada aturannya, yaitu anda minum 4 gelas air putih di siang hari, dan sisanya anda minum di malam hari. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan anda. Dan juga anda pun akan terhindar dari keseringan kencing dimalam hari. Jika anda sering kencing dimalam hari, otomatis tidur anda akan terganggu. Maka gunakanlah aturan minum tersebut untuk kesehatan tubuh anda.
Demikianlah 6 waktu paling tepat minum air putih. Semoga informasi diatas bermanfaat. Terimakasih.
 

Rabu, 16 September 2015

Teknik Tekan Jari untuk Sembuhkan Berbagai Penyakit



Ini merupakan teknik yang menarik dan sederhana untuk harmonisasi seluruh tubuh. Jika Anda melakukannya 15 menit sehari, Anda akan melepaskan diri dari banyak kesulitan dalam organ tubuh Anda.

Jin Shin Jyutsu merupakan bentuk kuno dari seni penyembuhan Jepang yang dapat membantu Anda untuk menyeimbangkan emosi, melalui stimulasi pada beberapa titik di tangan Anda. Dasar-dasar ajaran ini berpegang pada prinsip bahwa, setiap jari di tangan Anda terhubung ke organ tertentu yang memiliki kecocokan dengan emosi tertentu.

Untuk dapat memengaruhi organ tertentu, tekan jari Anda selama 3-5 menit, ambil napas dalam-dalam saat Anda melakukan hal tersebut. Anda juga dapat membuat harmonisasi untuk seluruh tubuh Anda, dengan melakukan hal yang sama untuk setiap jari di tangan Anda. Berikut adalah bagaimana organ di tubuh Anda, bisa terhubung ke jari-jari di tangan Anda.

Jempol
- Organ: Perut dan limpa.
- Emosi: Cemas, depresi dan kekhawatiran.
- Gejala fisik: sakit perut, masalah kulit, sakit kepala dan neurosis.

Jari telunjuk
- Organ: Ginjal dan kandung kemih.
- Emosi: Kecewa, ketakutan dan kebingungan.
- Gejala fisik fisik: Nyeri otot, sakit punggung, sakit gigi dan masalah pencernaan.

Jari tengah
- Organ: Hati, kandung empedu.
- Emosi: Kebingungan, kemarahan, sensibilitas.
- Gejala fisik: Masalah dalam aliran darah, nyeri haid, mata lelah, sakit kepala dan migrain.

Jari manis
- Organ: Paru-paru dan usus besar.
- Emosi: Berpikiran negatif, sedih, takut penolakan, kesedihan.
- Gejala fisik: Telinga berdengung, masalah pernapasan, asma, penyakit kulit dan masalah pencernaan.

Jari kelingking
- Organ: Jantung dan usus kecil.
- Emosi: keprihatinan, kecemasan, kegelisahan, tidak percaya diri.
- Gejala fisik: Penyakit jantung, sakit tenggorokan, perut kembung dan masalah tulang.

Sumber: Be Extra Healthy Now

Rabu, 26 Agustus 2015

Obati Penyakit Jantung Koroner Dengan Tumbuhan Herbal

Jantung koroner merupakan suatu kondisi dimana jantung tidak bisa bekerja sesuai fungsinya. Hal ini disebabkan oleh otot jantung yang mengalami kerusakan akibat kekurangan oksigen. Kondisi ini terjadi karena adanya penyempitan pada dinding nadi koroner, akibat pengendapan lemak dan juga kolesterol. Dan semua itu menyebabkan suplai darah ke jantung menjadi sangat terganggu. Jantung koroner ini juga termasuk salah satu penyakit mematikan. Pasalnya, ketika terjadi serangan dan tidak segera ditangani dengan baik, maka penderita bisa meninggal dunia. Dengan demikian penyakit jantung koroner harus segera diatasi dengan baik. Seseorang bisa mengobati penyakit jantung dengan bahan-bahan herbal, yang mampu menyembuhkan penyakit jantung secara alami tanpa menimbulkan efek samping.

Selasa, 25 Agustus 2015

JAM KERJA BIOLOGIS ORGAN TUBUH MANUSIA




Pernah kah anda berfikir bahwa tubuh mempunyai jam kerja nya sendiri? Terkadang kita mengabaikan hal sederhana namun yang berdampak besar pada tubuh, terutama kesehatan. Pola hidup sehat adalah pilihan yang terbaik yang bisa dilakukan untuk menjaga badan tetap sehat.
Sebenarnya ada hal penting yang harus kita ketahui tentang jam kerja biologis dalam tubuh kita, karena kesehatan kita di pengaruhi oleh jam kerja biologis ini. Setiap organ yang terdapat dalam tubuh kita memiliki jam kerja dan pada jam tersebut organ tersebut berkerja aktif dan maksimal sesuai fungsinya. Nah sahabat berikut ini adalah jam kerja biologis organ tubuh manusia Menurut Prof. Dr. Soeharsoyo, SpAk.

 sumber : http://trifanews.com

Senin, 08 Juni 2015

5 Hewan yang Sering Berpuasa


Selama bulan Ramadhan, umat muslim menjalani ibadah puasa. Menahan rasa lapar dan haus dari subuh hingga waktu magrib tiba, tetapi tahukah Anda bahwa puasa itu ternyata tidak hanya dijalani oleh manusia saja. Beberapa hewan pun melakukan kegiatan ritual puasa.
Sejumlah hewan yang melakukan praktik puasa, tentunya dengan sebab dan tujuan yang berbeda dengan puasa yang dilakukan oleh manusia. Cara berpuasa hewan, dijalani pada saat waktu tertentu. Ritual untuk menahan rasa lapar dan haus ini, menjadi kegiatan yang sangat penting bagi hewan tertentu di habitat liar. Hewan bahkan bisa sangat fokus dalam menjalankan puasa, untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Untuk itu, ada baiknya kita simak satu persatu tayangan tentang puasa yang dilakukan oleh beberapa hewan yang telah unikgaul.com rangkum berikut ini.

1. Unta

Hewan pertama yang suka berpuasa, yaitu unta. Hewan padang pasir ini merupakan salah satu hewan, dengan kemampuan daya tahan tubuh yang luar biasa. Struktur tubuh yang sangat kuat, dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem, ialah salah satu ciri khasnya. Bahkan hewan ini mampu bertahan hidup berhari-hari tanpa makan dan minum.

Ya, jika pada kondisi panas membakar seperti di gurun, menemukan sumber makanan dan minuman memang sulit. Namun, itu bukan masalah bagi unta. Bahkan pada suhu panas lima puluh derajat celcius sekalipun, hewan padang pasir ini dapat bertahan hidup hingga delapan hari tanpa makan dan minum. Daya than hidup yang luar biasa, tak lain karena unta memiliki tempat penyimpanan energi, yaitu berada pada punuk di tubuhnya. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Sedikit demi sedikit lemak di punuk tersebut akan ia gunakan sebagai sumber energi. Maka tak heran jika unta berhasil bertahan menahan rasa haus, di cuaca panas.

Setiap unta berpuasa, ia akan kehilangan sebagian berat badan di tubuhnya. Dan jika punuknya telah kempis, maka persediaan makanan di tubuhnya sudah menipis. Dan ketika hewan ini menemukan air, unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit saja.


2. Ayam Betina

Hewan lainnya yang juga gemar berpuasa, yaitu ayam betina. Ya, setiap kali ayam betina mengerami telur, ia akan senantiasa menahan lapar dan haus, seperti halnya manusia yang sedang melakukan praktik puasa. Hal itu dilakukan oleh ayam betina untuk menghangatkan suhu badannya, sehingga telur yang dieraminya selama hampir 3 minggu, dapat menetaskan anak-anak ayam.

Induk betina dengan sabar harus mengerami telur-telurnya hingga ia tidak bisa beraktivitas, seperti makan, minum, hingga membersihkan diri di bawah terik matahari. Ia harus tetap konsisten memberikan kehangatan kepada calon anak nya yang masih di dalam telur, dan menunggunya sampai telur-telur itu menetas. Bila sang induk tidak sabar menjalani proses tersebut, telur-telur itu akan busuk dan, anak ayam yang dinantikannya akan mati.

Setelah telur-telur itu menetas menjadi anak ayam, maka sang ayam betina yang kemudian menjadi induk ini, akan berubah perilaku. Ia akan tampak sensitif demi melindungi anak-anaknya dari berbagai ancaman. Ayam betina juga akan rajin mencari makan, dan mengajarkan anak-anaknya tumbuh menjadi ayam-ayam yang mandiri.


3. Ular

Hewan berikutnya yang ikut berpuasa adalah ular. Hewan melata yang sebenarnya terkenal rakus ini, gemar memakan hewan apa saja yang ditemukannya. Tikus, kelinci, kodok, burung, dan kadal adalah santapan lezat bagi ular. Bahkan, ular-ular besar seperti jenis piton atau anaconda amazon, sanggup melahap anak kerbau dan babi dengan sekali telan.

Namun, ketika ular sudah melahap mangsanya yang lebih besar, geraknya pun menjadi lamban. Itu karena perutnya butuh waktu lama untuk memroses pengolahan mangsa yang besar. Dan selama pengolahan iitulah, ular bisa tahan tidak makan dan minum, atau berpuasa selama berahari-hari, bahkan 2 hingga 3 minggu.

Saat berpuasa penuh, biasanya ular tidak akan melakukan aktivitas apa-apa. Ular hanya akan bersembunyi dan berdiam diri. Dan saat itulah ular mengalami proses biologi yang kita kenal dengan proses ganti kulit. Puasa yang dilakukan ular, bertujuan untuk meningkatkan suhu badan hingga beberapa derajat di atas normal guna melakukan pergantian kulit baru. 

Ular akan mengganti kulitnya yang tua dan kusam, dan berubah menjadi kulit yang segar, warna-warni, dan indah. Namun, setelah masa puasa berakhir, dan mendapatkan kulit yang lebih baik, sang ular yang tidak makan dalam kurun waktu lama ini, akan tampak lebih ganas, dan aktif dalam mencari mangsa.


4. Ulat

Hewan lainnnya yang suka berpuasa adalah, ulat. Baik berbulu atau tidak, ulat merupakan binatang yang sering menimbulkan rasa geli, jijik dahkan menakutkan banyak orang. Namun, di balik tubuhnya yang gemuk berbulu itu, ulat adalah hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Dari wujud ulat yang menjijikan menjadi wujud kupu-kupu yang indah dipandang mata.

Perubahan wujud ulat menjadi kupu-kupu, ternyata melalui proses puasa, yaitu masa di mana ulat memasuki kepompong dengan tidak makan dan minum selama kurang lebih 14 hingga 16 hari. Setelah melalui perjuangan tidak makan dan minum dengan berdiam diri di dalam kepompong, kemudian ulat keluar dari kepompong dengan wujud yang sama sekali berbeda. Ia berubah menjadi binatang bersayap indah rupawan yang kita kenak dengan kupu-kupu.

Dengan perjuangan puasanya yang sungguh-sungguh, ulat yang asalnya dibenci oleh sebagian orang karena bulunya yang membuat julit gatal, ulat berubah menjadi kupu-kupu sebagai hewan yang banyak disukai, dan dikagumi oleh setiap orang yang memandangnya. Ritual puasa sang ulat yang asalnya menjijikan dan perusak tanaman tersebut, berubah menjadi kupu-kupu yang anggun dengan sayap yang berwarna-warni, juga bermanfaat bagi penyerbukan bunga.


5. Kukang 

Hewan selanjutnya yang juga berpuasa, yaitu kukang. Hewan yang juga disebut malu-malu ini, merupakan primata yang terancam punah. Ia dikenal sebagai hewan yang lambat dan juga pemalas. Saking malasnya, aktivitas keseharian kukang hanya di isi dengan tidur dengan cara bergelung, atau menggantung di atas pohon. Meski suasana disekitarnya bising, tetapi kukang yang beraktivitas di malam hari ini bisa menikmati tidur hingga seharian penuh, tanpa makan apapun.

Bisa dikatakan bahwa puasa yang dilakukan kukang, lebih disebabkan oleh sifatnya yang pemalas. Dan jika perutnya sudah benar-benar lapar, barulah kukang bangun dari tidurnya untuk mencari makan. Di habitat liarnya, kukang memakan pakan alaminya berupa getah, nektar, buah-buahan hutan, serangga, dan reptil kecil. Setelah ia merasa kenyang dengan hasil makannya, kukang pun akan kembali tidur dan berpuasa kembali.

Walaupun hewan pemalas, namun kukang memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh hewan lainnya, yaitu matanya yang besar dan bisa menyala orange dalam gelap. Selain itu, kukang memiliki badan yang lentur, yang difungsikannya untuk meregangkan badan, meliuk, dan menggantung. Di alam bebas, kukang termasuk hewan yang berisik. Kukang suka bersiul ria untuk memanggil temannya, mencari makanan dan mengirimkan pesan.


Referensi:
http://forum.kompas.com/teras/197067-5-hewan-yang-sering-berpuasa.html

Pengaruh Air pada 7 Bagian Tubuh



Air adalah komponen utama dalam tubuh manusia, bahkan sekitar 55 persen berat tubuh kita adalah air. Tanpa air makhluk hidup tidak mungkin tumbuh dan berkembang karena air sangat vital untuk reaksi kimia tubuh.
Air harus dikonsumsi setiap hari karena tubuh tidak bisa membuatnya. Untuk mengetahui peran air dalam tubuh kita, simak apa saja pengaruh air pada 7 bagian tubuh berikut ini:
1. Otak Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat daya ingat lebih tajam, mood stabil dan motivasi lebih baik. Jika kecukupan air dalam tubuh baik, kemampuan kita dalam memecahkan masalah juga akan meningkat. Para ilmuwan menyebutkan kekurangan air akan menyebabkan aliran oksigen ke area otak berkurang sehingga sel-sel saraf menyusut sementara. Tak heran jika orang yang kehausan biasanya sulit berkonsentrasi.
2. Mulut
Air akan menjaga tenggorokan dan bibir lebih basah dan menjaga mulut kekeringan. Kondisi mulut yang kering bisa memicu bau mulut dan rasa yang tidak enak, bahkan gigi berlubang.
3. Jantung
Dehidrasi akan menyebabkan penurunan volume darah sehingga jantung akan bekerja lebih keras dalam memompa darah agar sel-sel tidak kekurangan oksigen. Akibatnya aktivitas fisik ringan seperti naik tangga atau berlari akan terasa lebih melelahkan.
4. Sirkulasi darah Tubuh mengeluarkan panas dengan cara melebarkan pembuluh darah yang dekat dengan permukaan kulit sehingga aliran darah lebih cepat dan panas lebih banyak yang dikeluarkan. Bila kita kekurangan cairan, dibutuhkan temperatur lingkungan yang lebih tinggi agar pembuluh darah melebar sehingga kita akan tetap kepanasan.
5. Otot
Bila kecukupan cairan terpenuhi, air di dalam dan luar sel yang berfungsi mengkontraksi otot menyediakan nutrisi yang cukup dan proses pembuangan berlangsung efisien sehingga performa tubuh akan baik. Air juga penting untuk melumaskan sendi. Namun kram otot tidak berkaitan dengan dehidrasi melainkan karena kelelahan otot.
6. Kulit
Jika seseorang menderita dehidrasi berat, kulit menjadi kurang elastis. Kondisi ini berbeda dengan kulit kering, yang biasanya disebabkan karena zat kimia dalam sabun, air panas atau terpapar udara kering. Sayangnya, minum cukup air tidak akan mencegah keriput.
7. Ginjal
Ginjal membutuhkan cairan untuk menyaring "sampah" dari peredaran darah dan membuangnya melalui urin. Kecukupan cairan juga akan membantu mencegah infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Dehidrasi berat akan menyebabkan ginjal berhenti berfungsi, sehingga toksin atau racun menumpuk di tubuh.

Referensi : http://menujuhijau.blogspot.com/2011/08/pengaruh-air-pada-7-bagian-tubuh.html#ixzz3cQkxDYYc

Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Saat Berpuasa



BERPUASA pada bulan Ramadan bagi kaum muslimin, secara hakekat bukan hanya menahan dahaga dan lapar mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Tetapi lebih dari itu adalah suatu latihan psikis, mental dan tentu saja fisik biologi. Secara psikis, orang yang menjalankan puasa tersebut akan semakin memiliki jiwa dan perilaku sehat, dan tentunya menjauhkan pikiran dan perbuatan dari hal-hal yang bisa mencederai hakekat berpuasa, sehingga kedepan bisa menjadi manusia yang berakhlak mulia.

Tak perlu takut kehabisan tenaga saat berpuasa, sehingga Anda memilih untuk bermalas-malasan dan mengurangi aktivitas fisik dari biasanya. Selama berpuasa, tubuh Anda menghasilkan energi sendiri dengan membakar sumber daya yang disimpan oleh tubuh. Simpanan ini terbuat dari kelebihan lemak, karbohidrat, dan gula untuk menghasilkan energi.

Hati adalah organ yang paling signifikan dalam proses ini, mengubah lemak menjadi zat kimia yang disebut keton tubuh berupa tiga senyawa larut dalam air yang kemudian digunakan sebagai sumber energi.



Justru, tubuh mengambil banyak manfaat dari puasa. Detoksifikasi adalah salah satu manfaat terpenting dari puasa. Sebuah proses yang teratur, detoksifikasi terjadi saat usus besar, hati, ginjal, paru-paru, kelenjar getah bening, dan kulit menghilangkan atau menetralkan racun. Proses ini dipercepat saat puasa karena tubuh memecah lemak. Bahan kimia dan racun yang diserap dari makanan dan lingkungan yang disimpan dalam cadangan lemak, dilepaskan selama puasa.



Puasa juga menjadi penyembuh bagi tubuh, pikiran, dan jiwa dengan cara yang simultan. Pada tingkat fisik, energi dan sumber daya dialihkan dari sistem pencernaan (yang terus-menerus dilakukan saat kita tak berpuasa) ke sistem kekebalan tubuh dan proses metabolisme sehingga kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dan membangun kembali berjalan optimal.



Studi medis menunjukkan bahwa selama puasa juga bermanfaat untuk mengendalikan pertumbuhan jaringan yang abnormal pada tubuh, seperti tumor. Sang tumor menjadi kelaparan untuk nutrisi dan karenanya lebih rentan untuk dipecah dan dikeluarkan dari tubuh.



Puasa memungkinkan tubuh untuk memanfaatkan sumber daya dan fokus pada pembangunan kembali pada tingkat mikroskopis seperti DNA dan RNA menjadi lebih efisien dalam mentranskripsikan protein dan jaringan yang dibutuhkan tubuh.



Perubahan lain dalam tubuh selama puasa termasuk sedikit penurunan suhu inti tubuh karena penurunan tingkat metabolisme dan fungsi tubuh secara umum. Kadar gula darah juga turun karena tubuh menggunakan cadangan glikogen dalam hati dan angka dasar metabolik (BMR) dikurangi dalam rangka untuk menghemat energi.


Sistem pencernaan, yang sangat sering kelebihan beban, dan tak henti-hentinya disuruh bekerja, juga membersihkan sendiri sehingga pencernaan lebih efisien dan penyerapan nutrisi lebih optimal. Di sisi lain, lapisan lambung dan usus mengikis masalah 'sampah' tubuh. Proses lain yang menopang infrastruktur dasar tubuh juga meningkat selama puasa, misalnya produksi hormon meningkat serta pelepasan hormon anti-penuaan.

Demikian pula secara psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Sebab saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
Dalam penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam akumulasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran hormon sistem pencernaan seperti amylase, pangkrease, dan insulin dalam jumlah besar, sehingga akan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan tubuh. Dengan demikian, puasa bermanfaat menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan hipertensi.
Demikian pula, manfaat puasa terhadap fungsi dan kesehatan otak, dapat dijelaskan secara ilmiah (scientific experiment). Berdasarkan penelitian plastisitas dan neurogenesis, yaitu tentang kelenturan dan perkembangan otak. Dijelaskan bahwa pada dasarnya synapsis (jaringan/keneksi otak) dapat berkembang berdasarkan, faktor lingkungan, kejiwaan, dan makanan yang dikomsumsi oleh seseorang. Bahkan, Dr. Johansen-Berg, et al. (Neuron Journal 2012) mejelaskan bahwa synapsis diotak dapat mengalami perubahan selama 24 jam yang terekpos oleh pembelajaran dan latihan.
Sehingga pada saat seseorang melaksanakan puasa Ramadan, selama sebulan penuh (30×24 jam). Dengan berupaya secara maksimal mengatur cara makanan, serta senantiasa berpikir positif, berpikir optimism, serta tawadhu dan berbuat secara ikhlas. Maka berdasarkan plastisitas, neurogenesis, dan fungsional kompensasi jaringan otak, akan diperbaharui. Sehingga struktur otak, akan terbentuk networking atau rute jaringan baru didalam otak, yang tentunya akan membentuk pribadi dan manusia yang berpikiran sempurna sesuai anjuran dan latihan Ramadan, yang telah dijalankan selama sebulan penuh.
Sehingga setelah bulan Ramadan, maka muslim tersebut akan menjadi orang-orang yang secara biologis, psikologis, fungsional menjadi orang yang baru. Yaitu manusia senantiasa berpikiran yang lebih baik, yang digambarkan dengan perubahan struktur atau networking (synapses) otak yang baru: yang senantias berpikiran positif, optimisme, tawaduh, serta berserah diri kepada Tuhannya.

Referensi :

Jumat, 17 April 2015

Mengatasi Kegelisahan Waktu Ujian

Para pelajar mencetak nilai lebih tinggi setelah menuliskan kecemasan mereka sebelum ujian.
Mengatasi Kegelisahan Waktu Ujian


Para pelajar sekolah menengah atas dan perguruan tinggi beranjak dari situasi menakutkan menuju kegemilangan dalam tes-tes besar dengan cara menuliskan ketakutan ujian sebelumnya, menurut penelitian baru.

Kamis, 19 Maret 2015

Ikan Hiu Buta Warna

Menurut penelitian baru, mengenakkan pakaian renang berwarna putih atau biru muda dapat melindungi anda dari serangan ikan hiu.

Ikan Hiu Ternyata Buta Warna


Para peneliti menemukan bahwa mata ikan hiu, termasuk hiu sapi dan hiu harimau, tidak didesain untuk membedakan warna jadi mata mereka hanya melihat dunia dalam hitam dan putih.

Kamis, 12 Maret 2015

INVERTEBRATA

       Hewan tanpa tulang belakang (Invertebrata) meliputi kelompok yang sangat luas. Sesuai dengan namanya, yang termasuk Invertebrata adalah semua hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Karena begitu luasnya cakupan Invertebrata dalam pembahasan ini dibatasi untuk mengenali beberapa jenis yang ada di sekitar kita dan tentu saja yang terkait dengan kehidupan manusia, apakah hewan itu berguna atau merugikan.

A. Pertumbuhan dan perkembangan hewan Invertebrata

       Perkembangan pada Invertebrata diawali dengan tahap fertilisasi dilanjutkan dengan tiga tahapan yaitu: cleavage, morfogenesis, dan diferensiasi.
Pada tahap clevage atau tahap pembelahan sel, zigot (sel telur yang telah dibuahi) akan membelah dari satu menjadi dua, empat, delapan, dan seterusnya. Sel sel ini berkumpul membentuk morula.
Pada tahap morfogenesis pembelahan sel berlangsung terus-menerus dan sel-sel itu bergeser sehingga seluruhnya berbentuk seperti bola karet yang mempunyai rongga di dalamnya. fase ini disebut blastula. Rongga blastula disebut blastocoel. Memiliki dinding yang terdiri dari satu lapis sel yang disebut blastodermis. Selanjutnya sebagian dari blastodermis mengalami pekekukan (invaginasi) sehingga terbentuk rongga baru yang disebut gastrocoel, embrio dalam fase ini disebut gastrula. Embrio mempunyai dua lapis dinding, yaitu endodermis yang melapisi gastrocoel dan lapisan luar disebut ektodermis. kedua lapisan ini disebut lapisan lembaga. hewan yang mempunyai dua lapisan lembaga disebut dipliblastik, seperti Coelenterata. Pada organisme yang lebih kompleks diantara kedua lapisan terbentuk lapisan ketiga disebut mesodermis dan organismenya disebut triploblastik. Pada tahap diferensiasi ketiga lapisan tersebut dan berkembang menjadi jaringan-jaringan tubuh.


B. Sistem Transformasi Darah Terbuka

       Alat transformasi pada hewan invertebrata berbeda-beda. Cacing mempunyai selom, yaitu rongga tubuh berisi cairan tubuh tempat organ-organ dapat bergerak secara bebas satu dengan yang lainnya, yang memberikan ruang untuk pembuluh darahdan tempat bagi jantung untuk memompa darah. Padacacing tanah alat transformasi terdiri atas pembuluh darah punggung, pembuluh darah perut, dan pembuluh-pembuluh darah samping dengan lima pasang lengkung aorta yang berfungsi sebagai jantung. Denyutan pembuluh darah punggung dan lima pasang lengkung aorta di dalam selom mengalirkan darah walaupun hewan dalam keadaan istirahat. Secar umum sistem peredarah darah hewan ada 2 macam, yaitu sistem peredaran darah terbuka dan sistem peredaran darah tertutup.

     1) Sistem peredaran Darah Terbuka
            
            Bahwa darah dalam peredaran darah tidak selamanya terdapat atau ada dalam pembuluh, tetapi pada saat tertentu darah beredar langsung kedalam rongga tubuh. Seperti yang terdapat pada Anthropoda dan Mollusca. Sistem peredaran darah pada Anthropoda menggunakan jantung dan arteri. jantungnya disebut jantung pembuluh karena terdiri atas sebuah kantong otot pada setiap ruas dan dapat berdenyut atau berkontraksi dan relaksasi secara bergantian. Jantung mempunyai lubang sepasang disebut ostium. Darah dan cairan tubuh Anthropoda yang disebut hemolimfa akan masuk ke jantung melalui ostium menuju sinus pericardium. Selanjutnya hemolimfa dipompa ke seluruh tubuh oleh ventrikel melalui arteri yang tidak mempunyai pembuluh kapiler. Dari arteri yang halus, hemolimfa dipompa ke jaringan melalui lacuna (celah-celah) atau hemosoel (rongga badan). Dengan adanya gerak otot badan, hemolimfa akan kembali dari rongga badan ke sinus pericardium atau sinus sekitar jantung. kemudian katup pada dinding jantung pembuluh terbuka dan hemolimfa dapat masuk lagi ke jantung. Hemolimfa pada serangga hanya mengangkut sari makanan, karena hemolimfa tidak mempunyai pigmen pengikat oksigen (hemoglobin). Sedangkan oksigen dan karbon dioksida diangkut melalui sistem trakea.
             Mollusca, mempunyai sistem peredaran darah tertutup. Cairan tubuh (Hemolimfa) bergerak dari jantung melewati pembuluh-pembuluh dan langsung menuju ke tempat-tempat di antara sel-sel. Tempat-tempat diantara sel-sel ini membentuk hemosoel, sehingga cairan tubuh itu bergerak melalui homosoel ini dan berhubungan langsung dengan sel-sel tubuh.

     2) Sistem Peredaran darah tertutup

               Sistem peredaran darah tertutup adalah sistem peredaraannya selalu terdapat dalam pembuluh, atau darah tidak pernah langsung masuk ke dalam jaringan. Komponennya terdiri atas :
       a. Cairan pelarut bahan-bahan yang diangkut misalnya sari makanan dan gas pernapasan.
       b. Saluran-saluran tempat cairan mengalir
       c. Alat pompa untuk mengatur arah aliran darah
       d. jaringan khusus tempat terjadinya pertukaran cairan di lingkungan luar (eksternal)

Hewan Invertebrata yang memiliki sistem peredaran darah tertutup adalah Annelida. Apabila terjadi kontraksi otot dinding lengkung aorta (jantung), darah akan mengalir dari jantung pembuluh darah yang ada di bagian ventral. Selanjutnya darah dialirkan ke pembuluh-pembuluh kapiler di seluruh jaringan tubuh. Pada pembuluh kapiler terjadi pertukaran gas. Setelah terjadi pertukaran gas, darah akan mengalir melalui pembuluh darah di bagian dorsal lalu diteruskan ke jantung.

C. Sistem respirasi.

         Terdapat empat macam alat respirasi yang digunakan hewan yaitu, permukaan tubuh, trakea, insang, dan paru-paru. Alat yang berhubungan dengan hewan Invertebrata adalah respirasi permukaan tubuh dan trakea.
           Beberapa hewan seperti Amoeba, Paramecium, dan cacing tanah, memperoleh semua oksigen yang dibutuhkannya melalui seluruh permukaan tubuhnya. Untuk melakukan hal tersebut permukaan tubuh harus tetap basah, dan selaput atau kulit tipis yang basah itu tidak boleh terluka, yang biasanya tertutup dengan suatu lapisan berlendir selaput atau kulit tubuh sangat licin terhadap kerusakan akibat benda-benda tajam.
          Pada Serangga memiliki  sistem pernafasan berupa sistem pembuluh trakea. Trakea merupakan pembuluh yang bercabang-cabang dan bercabang lebih halus lagi ke seluruh bagian tubuh. Sistem trakea tidak mengandalkan pada peredaran darah untuk mentransfer oksigen dari permukaan tubuh ke sel-sel tubuh, sehingga oksigen tidak diedarkan melalui darah sepanjang kedua sisi tubuh serangga terdapat lubang-lubang kecil (stigma) yang merupakan muara pembuluh trakea yang selalu terbuka. Jadi udara keluar melalui stigma sebagai lubang pernafasan. Zat-zat kimia yang dikeluarkan oleh sel-sel yang kekurangan oksigen menyebabkan trakea tumbuh bercabang-cabang di daerah tersebut. Pada serangga besar dan aktif, pengeluaran udara kedalam trakea dilakukan oleh otot-otot tubuh yang bergerak secar teratur.

D. Sistem Eksresi

          Alat eksresi pada cacing pipih (Planaria sp) adalah sel api, sel ini mempunyai rambut-rambut getar yang tampak seperti nyala api. Cairan tubuh disaring di dalam sel-sel api dan zat-zat sisa diserap, yang kemudian dikeluarkan dari tubuh. Pada cacing tanah alat eksresinya berupa nephridia, yang berupa corong yang mempunyai saluran yang berliku-liku.
          Pada setiap segmen tubuh terdapat sepasang nefridium, kecuali pada tiga segmen pertama dan segmen terakhir. Setiap nefridium mempunyai corong (nefrostome) yang terdapat pada sekat pemisah segmen-segmen tubuh cacing. Corong tersebut melalui sekat menjadi pembuluh panjang yang mempunyai saluran berliku-liku di dalam segmen berikutnya. Nefrostoim memiliki rambut getar berfungsi menarik dan mengambil cairan tubuh masuk ke dalam pembuluh yang panjang dan tipis. pada waktu cairan tubuh masuk ke dalam pembuluh yang panjang dan tipis. Pada wktu cairan tubuh mengalir melalui nefridia, zat-zat yang diperlukan tubuh dimanfaatkan atau diedarkan ke sekeliling kapiler sistem peredaran. Cairan tubuh yang sudah tidak dipengaruhi lagi dikeluarkan dari tubuh.
         Insecta alat eksresinya telah mengalami perkembangan lebih sempurna yang disebut tubula malphigi atau pembuluh malpigi. Pembuluh malpigi melekat pada satu atau kedua ujung akhir usus. Zat-zat sisa berupa senyawa nitrogen yang berasal dari cairan tubuh di dalam darah diubah menjadi asam urat yang kemudia dipindahkan ke pembuluh malpigi masuk ke usus di belakang lambung untuk dikeluarkannya. Sel-sel ada rectum mengabsorpsi air dari zat0zat sisa sebelum dikeluarkan dari tubuh sebagai butir-butir feses.

E. Reproduksi

        Perkembangan pada Invertebrata dapat berlangsung secara generatif maupun vegetatif. Pada reproduksi vegetatif, generasi anak memiliki sosok gen yang sama dengan induknya. Ada beberapa bentuk reproduksi vegetatif, misalnya peristiwa fragmentasi atau pemisahan sebagian tubuh seperti terjadi pada bintang laut, atau pelepasan sekelompok sel yang dilakukan di lingkungannya. Reproduksi vegetatif lebih cepat dibandingkan dengan reproduksi generatif. Reproduksi generatif adalah reproduksi yang mengalami proses peleburan antara sle telur dan sperma.


Daftar Pustaka :

Rostikawati Teti. Bahan Ajar Zoologi Invertebrata. Universitas Pakuan:Bogor.

Rabu, 11 Maret 2015

SEL

      
 Sel adalah unit dasar suatu organisme. Pada organisme multisel, sel tidak semata-mata mengelompok, tetapi dihubungkan dan dikoordinasikan dalam satu keseluruhan yang harmonis. Ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi sel barmacam-macam. Ada yang berukuran dalam mikron hingga sentimeter. Misalnya, pada serabut tumbuhan tertentu. Ada sel yang memiliki organisasi internal sederhana, tetapi ada juga yang rumit. Ada sel yang mempunyai banyak fungsi, tetapi ada juga sel yang mempunyai fungsi khusus.

Sejarah Sel

            Sel berasal dari istilah cellula yang pertama kali digunakan oleh Robert Hooke pada tahun 1665. Hooke memberikan istilah ini untuk ruang kecil yang dibatasi oleh dinding, yang dilihatnya pada sel gabus. Selanjutnya, ia mengamati jaringan tumbuhan yang lain dan melihat bahwa sel-selnya berisi cairan.
            Senyawa di dalam sel, yaitu protoplasma, ditemukan bebrapa ssat sesudahnya. Pada tahun 1880, hanstein menggunakan istilah protoplas untuk menyebut unit protoplasma yang terdapat di dalam suatu sel. Ia juga mengusulkan istilah protoplas untuk menggantikan istilah sel, tetapi tidak dapat diterima. Pada tumbuhan, yang disebut sel meliputi protoplas dan dinding selnya. Dulu, dinding sel dianggap sebagai eksresi tidak hidup dari suatu sel dan protoplasma, khususnya pada sel muda, merupakan suatu kesatuan organik yang bersama-sama membentuk unit hayati tunggal.
            Pada tahun 1831, Robert brown menemukan inti di dalam sel epidermis tumbuhan anggrek. Pada tahun 1846, Hugo Von Mohl memberdakan antara protoplasma dan cairan sel. Pada tahun 1862, Kolliker memperkenalkan istilah cytoplasma (baca:sitoplasma). Dari akhir abad ke-19 dan selama abad ke-20, penelitian tentang sel berkembang dengan cepat, bahkan sekarang sitologi sudah berkembang menjadi cabang ilmu sendiri.

Struktur Sel
            Berdasarkan orgnisasi internalnya, sel dapat dibedakan menjadi sel prokariot dan sel eukariot. Disebut prokariot jika inti selnya tidak dibatasi selaput inti sel (tidak mempunyai membran inti), Misalnya ganggang biru (Cyanophyta) dan bakteri. Disebut eukariot jika sudah mempunyai membran inti (selaput inti), misalnya sel-sel hewan dan tumbuhan.

            Sel biasanya mempunyai satu inti, tetapi sel dewasa bisa mengalami perubahan. Miaslnya sel tapis pada floem, dalam perkembangannya inti menghilang. Sebaliknya, ada juga sel yang mempunyai lebih dari satu inti, misalnya pada latisifer. Sel multi-inti ini biasa terdapat dalam seluruh organisme, misalnya pada beberapa jamur dan ganggang. Namun, sel, multi-inti ada juga yang merupakan tahap sementara dalam perkembangan suatu jaringan, misalnya endosperm. Pendapat yang banyak diterima adalah setiap inti bersama-sama dengan protoplasma di sekelilingnya membentuk sel tanpa dinding, sehingga seluruh multi-inti merupakan kelompok unit protoplasma yang membentuk suatu struktur yang disebut coenocyte.




Protoplasma berisi komponen berselaput dan tak berselaput. Apabila difiksasi dengan baik, penampang melintang selaput (membran) tampak di bawah mikroskop elektron sebagai dua garis gelap dengan ketebalan msing-masing 2,5 nm dan dipisahkan oleh garis terang dengan ketebalan 3,5 nm. Struktur membran menurut model Danielli-Davidson (1935) terdiri atas lapisan lemak bimolekul yang setiap sisinya ditutupi lapisan protein. Sekarang ini, teori model mozaik cairan (Singer-Nicolson) lebih banyak diterima.
Bentuk dasar sel adalah polihedral (14 sisi). Pada jaringan tumbuhan juga ditemukan sel dengan sisi 12,13,15,16 atau lebih. Menurut Matzke, hampir seluruh sel memiliki 14 sisi dinding sel, tetapi ditemukan juga yang tetragon dan hexagon. Bentuk dasar sel meristem apikal adalah 14 sisi polihedral. Pada meristem apikal Anacharis densa, Matzke (1956) menemukan bahwa selama interfase, rata-rata jumlah sisi polihedral meningkat dari 13,85 menjadi 12,61.
Sebagai hasil bertambahnya volume sel selama pertumbuhan, jumlah permukaan dinding meningkat lebih dari 14 (jumlah sisi selnya lebih dari 14). 



Hal ini menyebabkan berkembangnya ruang antarsel karena tidak semua sisi sel dapat berkembang dengan dua cara sebagai berikut.
  1. Perkembangan secara skizogen, yaitu dengan berpisah dari dinding sel tetangganya, seperti perkembangan duktus resin pada pinus.
  2. Perkembangan secara lisigen, yaitu terjadi penguraian sel sehingga terbentuk ruangan seperti rongga minyak pada kulit buah Citrus (Jeruk)
  3. Perkembangan secara skizolisigen, yaitu perpaduan antara perkembangan secara skizogen dan lisigen. Ruang antar sel dalam protoxilem sering kali dibentuk dengan cara ini. Ruang antarsel dapat menjadi tidak beraturan dan beragam bentuknya, seperti pada kebanyakan tumbuhan air, daun pisang, dan tumbuhan lain.


Sel muda di daerah pertumbuhan relatif kecil. Setelah dewasa, ukuran dan bentuknya berkembang sesuai dengan fungsi fisiologisnya. Sekelompok sel tumbuh bersama secara seragam. Sel dalam kelompok mulai berbeda posisi serta bentuknya, tetapi hubungan antar dinding sel yang satu dan dinding sel tetangganya tidak berubah dan tidak dibentuk daerah baruuntuk kontak dinding sel. Tipe pertumbuhan seperti ini disebut pertumbuhan simplastisis. Dapat juga terbentuk celah bebas di sepanjang dinding sel. Tipe pertumbuhan seperti ini disebut pertumbuhan intrusif, yang secara sementara kehilangan lamela tengan antarsel di daerah pertumbuhan. Pertumbuhan intrusif terjadi pada serabut yang memanjang. Dalam cabang beberapa sklereida, dalam latisfer tak artikulasi, dan dalam sel anak dari permulaan bentuk kambium tidak bertingkat yang memebelah ke arah antiklin.
Komponen utama sel tumbuhan adalah dinding sel, sitoplasma dan inti. Di dalam sitoplasma terdapat retikulum endoplasma, badan golgi, mitokondria, plastida, badan mikro, ribosom, sferosom, mikrotubula, vakuola, dan benda ergastis.

 
Diberdayakan oleh Blogger.