Kamis, 31 Mei 2012

ARTIKEL ILMIAH POPULER


 Jangkrik Thermometer Alami
Oleh: Nurul Hasanah

Suara jangkrik seringkali turut memecah keheningan malam laksana sebuah orchestra alam yang mempunyai makna disetiap tangga nada yang di mainkan. Nyanyian indah yang di kumandangkan oleh jangkrik jantan rupanya bukan sekedar nyanyian biasa layaknya serangga kecil yang gemar bernyanyi saja, akan tetapi nyanyian itu mempunyai beberapa fungsi yang unik. Siapa yang menyangka dari nyanyian yang di kumandangkan jangkrik jantan bisa digunakan untuk mengukur suhu lingkungan sekitar. Amos Dolbear dari Amerika merupakan perintis dari penelitian ini.



Potret Jangkrik









Jangkrik merupakan serangga yang masih berkerabat dekat dengan belalang. Ternyata dulu nenek moyang jangkrik adalah predator pemakan daging.  Baru-baru ini telah ditemukan sebuah  fosil serangga predator dari zaman dinosaurus di lapisan kapur yang terletak di wilayah utara Brazil, merupakan serangga pemakan daging yang hidup 100 juta tahun silam, diperkirakan hidup pada periode Cretaceous, sesaat sebelum super benua Gondwana terpecah. Jangkrik telah dipelihara manusia sejak lama, dan di Asia dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Di Caraguatatuba, Brazil, cengkerik hitam di dalam ruangan dipercaya sebagai tanda datangnya penyakit, cengkerik hijau harapan, dan cengkerik kelabu uang.
(Sang Predator nenek moyang jangkrik)
Jangkrik memiliki struktur tubuh yang rata dan memiliki antena yang panjang yang berfungsi sebagai alat pertahanan dan peka terhadap rangsangan dari lingkungan luar. Memiliki kaki yang mirip seperti belalang, dengan kaki depannya pendek dan kaki belakangnya panjang serta sepasang sayap yang bisa dibilang hanya sebagai aksesoris saja karena jangkrik ini tidak bias terbang jauh dan lebih banyak menghabiskan waktunya di bawah permukaan tanah.
                                        (ini tempat tinggalku)

Perbedaan Jangkrik Jantan Dan Betina

Kalau kita belum terlalu mengenal jangkrik sulit untuk membedakan antara jangkrik jantan dan jangkrik betina. Perbedaan antara jangkrik jantan dan betina diantanya : pada jangkrik jantan sering mengeluarkan suara mengerik, permukaan sayap atau punggungnya kasar dan bergelombang, serta ekornya berjumlah dua sedangkan untuk jangkrik betina tidak mengeluarkan suara mengerik, permukaan sayap atau punggungnya halus dan jumlah ekornya ada 3 dengan ekor yang satu adalah yang menonjol ditengah sebagai alat untuk mengeluarkan telur dan dua ekor lagi berada disisi ekor tengah.

Dibalik Nyanyian Merdu Jangkrik Jantan
Krik.krik.krik.krik..krik..krik..krik....krik....
Pertanda malam telah datang, jangkrik-jangkrik jantan mulai mendendangkan lagu-lagu cinta untuk merayu jangkrik betina. Suara jangkrik tercipta dari gesekan antara sayap dengan beberapa bagian tubuh lainnya. Suaranya yang khas dan terdengar jelas pada lingkungan yang tidak terlalu bising.
Nyanyian merdu jangkrik jantan memiliki dua makna ganda yang sangat bertolak belakang apabila di dengar oleh jangkrik betina dan pejantan yang lain. Bagi betina nyanyian tersebut adalah nyanyian cinta sedangkan bagi jantan nyanyian tersebut merupakan nyanyian perang ketika ada jangkrik jantan lain yang mencoba merayu dan merebut jangkrik betina yang menjadi pasangannya.
            Tetapi pada kenyataannya jangkrik betina lebih menyukai jangkrik jantan yang berdiam diri di liang persembunyiaannya tanpa mengeluarkan suara-suara mengkrik karena menurut si betina justru yang pendiam itulah yang mampu mnegeluarkan gas berbau yang dapat merangsang si betina sehingga jangkrik betina akan mencari dan mendatangi tempat persembunyiaan jantan kemudian bercinta di depan liang persembunyian sang jantan. Mereka bisa melakukan adegan percintaan itu di depan jangkrik jantan lain yang mengerik-ngerik melantunkan lagu-lagu cinta berharap ada betina yang mau kawin dengannya.

Thermometer Alami
Biasanya kalau kita mengukur suhu menggunakan thermometer, namun jika kita berada di pedesaan dan tidak ada thermometer, kita dapat menggunakan suara jangkrik untuk mengukur suhu.
Ada beberapa peneliti yang menggunakan suara jangkrik jantan ini untuk mengukur suhu lingkungan sekitar yang mengungkapkan bahwa semakin sering suara jangkrik terdengar semakin panas suhu lingkungan pada saat itu.
Berawal dari penelitian Amos Dolbear pada tahun 1897, seorang ahli fisika asal Amerika menyatakan bahwa jangkrik berderik lebih cepat pada suhu yang lebih hangat, pada umumnya jangkrik berderik dengan nada dasar yang kurang lebih sama. Teorinya tentang termometer jangkrik tersebut kemudian dikenal dengan “Hukum Dolbear”.
Menurut “Hukum Dolbear”, untuk memperkirakan suhu lingkungan dapat menggunakan rumus:
v  Dalam Fahrenheit: hitung jumlah kerikan dalam 14 detik lalu tambahkan 40. (T = n + 40).
Contoh: 30 kerikan + 40 = 70F.

v  Dalam Celcius : hitung jumlah kerikan dalam 25 detik, dibagi 3 lalu ditambah 4. (T = (n/3) + 4).
Contoh: (48 kerikan / 3) + 4 = 20C.

Rumus di atas dibuktikan oleh Dr. Peggy Le Mone, ilmuwan The Globe. Program dalam eksperimen pada tahun 2007 yang didanai oleh NASA. Dalam laporannya ia menyimpulkan bahwa rumus tersebut sangat mendekati suhu sebenarnya, yang diukur dengan thermometer.

Selain mempunyai fungsi yang telah disebutkan diatas, yang tak kalah unik dari fungsi suara jangkrik jantan ini yaitu dapat mengusir tikus yang senantiasa mengganggu manusia karena tikus tidak suka dengan frekuensi suara-suara nyaring dari derikan sayap jangkrik ini sehingga dia akan meninggalkan tempatnya dan tidak akan kembali lagi.

Siapa sangka bahwa serangga kecil yang pandai bernyanyi ini banyak sekali manfaatnya. Hewan yang sering dijadikan pakan burung dan dijadikan masakan yang kaya akan protein ini ternyata mempunyai fungsi yang unik dibalik nyanyian merdu pejantannya itu.

Ditulis Oleh : Artikel ilmiah // 13.23
Kategori:

1 komentar:

  1. Liar biasa... ijin share ya buat sampel latihan menulis populer utk kalangan SMA

    BalasHapus

 
Diberdayakan oleh Blogger.